we are "ZERO"

Aku ingat waktu itu Bulan September 2005, aku diberi dua buku oleh temanku (sekarang anggota dewan dari PKS)..entah kebetulan atau bagaimana sekarang aku merasa bahwa sepertinya dua buku itu sengaja dikirim olehNya lewat temanku untuk aku baca. Aku sendiri waktu itu belum tau apa isinya cuma sang pemberi bilang ..’ceu buku ini bagus..coba baca deh..’. Karena kesibukan ( bukan sok sibuk si…kerja dari pagi sampe sore, malamnya nemenin anak maen..jadi ga sempat baca-baca buku)..maka jadilah buku itu sebagai pajangan di atas meja kerjaku di rumah. Hingga suatu saat…. saat aku merasa dunia ini gelap (beberapa minggu setelah pasangan hidupku waktu itu tiada atau dua bulan sejak temanku memberi buku itu) aku ingat akan buku pemberian temanku. Lalu aku mulai membuka lembar demi lembar buku kuning tebal dan buku hitam putih itu, aku amati setiap judul bab nya dan aku tahu bahwa buku itu adalah rekaman hampir seuruh cerita hidup yang biasa menimpa manusia.
Tak terasa aku telah berada di halaman seratus sekian salah satu buku itu..tak terasa pula air mata jatuh menemani aku menyelami kata demi kata, kalimat demi kalimat dan syair demi syair dalam buku itu. Setelah itu, setiap saat ketika aku bisa, aku buka lembar halaman berikutnya hingga buku itu habis aku baca. Dan setiap kali aku selesai membaca , alam sadarku seolah mendapat pencerahan. Selalu ada energy baru yang entah dari mana datangnya… aku seperti dibangunkan dari tidur..aku diangkat dari lelah aku…aku dihibur dari sedihku dan sepertinya ada tiang-tiang kuat menyangga kakiku untuk aku terus berjalan…ada sebongkah cahaya memasuki kalbuku…ada tangan yang mengambil sesakku…dan aku seperti terbangun dari keputus asaanku…
Sejak saat itu, aku berulang-ulang membaca buku itu saat aku sedih..dan kembali..kalimat-kalimat dalam buku itu memberiku kekuatan dan ketentraman… Aku ingin berbagi pada siapapun, bukan aku ingin mengajari namun apa yang aku alami aku maknai sebagai kekuatan yang datang dari sang pencipta untuk aku. Kini aku sadari sepenuhnya bahwa setiap kesedihanku, setiap masalahku dan setiap sesakku akan selalu Dia beri jalan penyelesaian. Bahwa setiap kita diberi masalah maka pada saat bersamaan kita pun diberi solusinya. Dengan keyakinan itu, aku dapat hidup lebih tenang…damai menjalani hidup ini dengan anak-anakku. Aku ingin berbagi, bahwa ketenangan dan kedamaian batin diperoleh dengan :
1. Bersyukurlah dengan apapun yang kita miliki. Bersyukurlah bahwa kita diberi sehat, dapat makan nikmat setiap hari, dapat tidur nyenyak di malam hari, diberi anak-anak yang sehat.
2. Jangan meminjam masalah dari masa depan. Masa depan adalah ghaib, tak ada satupun yang mengetahuinya, maka berpikirlah positif untuk masa depan, bahwa di masa depan semua hal akan berjalan lancar.
3. Berpikirlah positif pada setiap orang. Yakinlah bahwa setiap orang bersikap baik, tidak ada niatan dari mereka untuk menyakiti, menghina, mencibir atau mengecilkan kita.
4. Bekerjalah lebih keras dari waktu ke waktu. Setiap doa tentu harus diikuti dengan usaha..bekerjalah lebih giat karena rizki adalah milik orang-orang yang bersyukur dan bekerja keras.
5. Siapkan hati untuk selalu ikhlas. Jalani dan maknai setiap tugas, pekerjaan, masalah, kerepotan, dan apapun yang biasanya kita pandang sebagai hal buruk sebagai ‘pemberian’ dari Dia yang akan mendewasakan kita, menjadikan kita senantiasa sabar.
6. Hiduplah untuk memberi dan membesarkan orang lain..karena dengan itu, kita akan menjadi orang ‘besar..’
7. Setiap menghadapai masalah, berupayalah untuk mencari solusi terbaik… dan ketika semua upaya tlah usai dilakukan..kembalikanlah masalah itu pada Nya, dan percayalah bahwa Ia akan menyelesaikan masalah itu (kita) dengan sebaik-baiknya.
Bosku dulu, seorang Budha tulen, pernah mengirimiku sms ketika aku berduka, dan walaupun ia Budha aku sepakat dengan isi sms itu..:
“Ceu..jangan sedih..percayalah bahwa Ketika kita berdoa dan meminta pada Nya..maka Dia akan menjawab doa kita dengan hanya 3 jawaban : ‘Yes…and He’ll give us what we want…. Yes but wait…for the best time of him……No..and He will give us something better’…”
Maka..berhusnudzonlah pada Nya…

0 komentar:
Posting Komentar