Kepercayaan Sebuah Religion

Kaus Kaki


Benda terbuat dari bahan kaus dan berbentuk huruf L itu sepertinya biasa aja.., dipakai anak sekolah dan bapak-bapak saat pergi ke kantor…dan betapapun bagus atau mahal harganya, kaus kaki tetap dipakai di kaki dan lebih sering tak tampak oleh orang lain karena tertutup celana panjang. Tapi bagiku….kaus kaki adalah pahlawan..makanya secara spesial aku ceritakan tentang dia di web ku.

Dua hari ini aku sulit tidur..bukan karena sedang banyak proyek atau capek karena banyak pergi ke daerah (halah..ga pernah juga) tapi karena benda kecil tadi..kaus kaki. Aku lupa awalnya kapan, yang jelas setelah aku besar, mungkin kuliah, aku terbiasa menggunakan kaus kaki saat tidur. Walau udara panas lebih dari 30 derajat celcius atau 86 derajat Fahrenheit, aku tetap menggunakan kaus kaki …!! Na..karena kebiasaan itu, aku menyediakan beberapa kaus kaki di rumah dan saat pepergian, kaus kaki ada di urutan pertama dari daftar barang yang harus aku bawa..( sebelum alat mandi dan kosmetik…..hik..hik..hik). Dan sialnya..tiga hari lalu aku lupa membawa salah satu kaus kaki koleksiku ke sini…(pasti karena pergi terburu-buru..) jadilah aku menderita karena seluruh badanku rasanya terasa dingin walau aku tidur menggunakan piyama (celana panjang dan tangan panjang). Awalnya aku ingin membuat kebiasaan ini hilang, aku coba tidur tanpa penutup telapak kaki, tapi ternyata tidak mudah…aku baru bisa tidur setelah benar-benar ngantuk dan kepala terasa berat.

Di hari ke tiga akhirnya aku ‘bungkus’ telapak kakiku dengan kain…huahahaha… jadi tampak aneh tapi biarlah…yang penting aku bisa tidur ! Dan karena tak ingin menderita di hari ke empat, walaupun sore hari ibu kota diguyur hujan, akhirnya aku ke mal hanya untuk membeli kaus kaki baru…. Ahh..kaus kaki..engkau ditakdirkan jadi teman hidupku rupanya…

Naa..sahabat-sahabat sebangsa dan setanah air…Mengapa ingin aku ceritakan disini karena ini menarik bagi aku…bahwa ternyata setelah kita dewasa, masih ada hal-hal unik, lucu atau kebiasaan yang mungkin aneh dan sangat berpengaruh terhadap hidup kita keseluruhan… Bagaimana dengan sobat-sobat…?

Read More......

we are "ZERO"


Aku ingat waktu itu Bulan September 2005, aku diberi dua buku oleh temanku (sekarang anggota dewan dari PKS)..entah kebetulan atau bagaimana sekarang aku merasa bahwa sepertinya dua buku itu sengaja dikirim olehNya lewat temanku untuk aku baca. Aku sendiri waktu itu belum tau apa isinya cuma sang pemberi bilang ..’ceu buku ini bagus..coba baca deh..’. Karena kesibukan ( bukan sok sibuk si…kerja dari pagi sampe sore, malamnya nemenin anak maen..jadi ga sempat baca-baca buku)..maka jadilah buku itu sebagai pajangan di atas meja kerjaku di rumah. Hingga suatu saat…. saat aku merasa dunia ini gelap (beberapa minggu setelah pasangan hidupku waktu itu tiada atau dua bulan sejak temanku memberi buku itu) aku ingat akan buku pemberian temanku. Lalu aku mulai membuka lembar demi lembar buku kuning tebal dan buku hitam putih itu, aku amati setiap judul bab nya dan aku tahu bahwa buku itu adalah rekaman hampir seuruh cerita hidup yang biasa menimpa manusia.

Tak terasa aku telah berada di halaman seratus sekian salah satu buku itu..tak terasa pula air mata jatuh menemani aku menyelami kata demi kata, kalimat demi kalimat dan syair demi syair dalam buku itu. Setelah itu, setiap saat ketika aku bisa, aku buka lembar halaman berikutnya hingga buku itu habis aku baca. Dan setiap kali aku selesai membaca , alam sadarku seolah mendapat pencerahan. Selalu ada energy baru yang entah dari mana datangnya… aku seperti dibangunkan dari tidur..aku diangkat dari lelah aku…aku dihibur dari sedihku dan sepertinya ada tiang-tiang kuat menyangga kakiku untuk aku terus berjalan…ada sebongkah cahaya memasuki kalbuku…ada tangan yang mengambil sesakku…dan aku seperti terbangun dari keputus asaanku…

Sejak saat itu, aku berulang-ulang membaca buku itu saat aku sedih..dan kembali..kalimat-kalimat dalam buku itu memberiku kekuatan dan ketentraman… Aku ingin berbagi pada siapapun, bukan aku ingin mengajari namun apa yang aku alami aku maknai sebagai kekuatan yang datang dari sang pencipta untuk aku. Kini aku sadari sepenuhnya bahwa setiap kesedihanku, setiap masalahku dan setiap sesakku akan selalu Dia beri jalan penyelesaian. Bahwa setiap kita diberi masalah maka pada saat bersamaan kita pun diberi solusinya. Dengan keyakinan itu, aku dapat hidup lebih tenang…damai menjalani hidup ini dengan anak-anakku. Aku ingin berbagi, bahwa ketenangan dan kedamaian batin diperoleh dengan :

1. Bersyukurlah dengan apapun yang kita miliki. Bersyukurlah bahwa kita diberi sehat, dapat makan nikmat setiap hari, dapat tidur nyenyak di malam hari, diberi anak-anak yang sehat.
2. Jangan meminjam masalah dari masa depan. Masa depan adalah ghaib, tak ada satupun yang mengetahuinya, maka berpikirlah positif untuk masa depan, bahwa di masa depan semua hal akan berjalan lancar.
3. Berpikirlah positif pada setiap orang. Yakinlah bahwa setiap orang bersikap baik, tidak ada niatan dari mereka untuk menyakiti, menghina, mencibir atau mengecilkan kita.
4. Bekerjalah lebih keras dari waktu ke waktu. Setiap doa tentu harus diikuti dengan usaha..bekerjalah lebih giat karena rizki adalah milik orang-orang yang bersyukur dan bekerja keras.
5. Siapkan hati untuk selalu ikhlas. Jalani dan maknai setiap tugas, pekerjaan, masalah, kerepotan, dan apapun yang biasanya kita pandang sebagai hal buruk sebagai ‘pemberian’ dari Dia yang akan mendewasakan kita, menjadikan kita senantiasa sabar.
6. Hiduplah untuk memberi dan membesarkan orang lain..karena dengan itu, kita akan menjadi orang ‘besar..’
7. Setiap menghadapai masalah, berupayalah untuk mencari solusi terbaik… dan ketika semua upaya tlah usai dilakukan..kembalikanlah masalah itu pada Nya, dan percayalah bahwa Ia akan menyelesaikan masalah itu (kita) dengan sebaik-baiknya.

Bosku dulu, seorang Budha tulen, pernah mengirimiku sms ketika aku berduka, dan walaupun ia Budha aku sepakat dengan isi sms itu..:
“Ceu..jangan sedih..percayalah bahwa Ketika kita berdoa dan meminta pada Nya..maka Dia akan menjawab doa kita dengan hanya 3 jawaban : ‘Yes…and He’ll give us what we want…. Yes but wait…for the best time of him……No..and He will give us something better’…”

Maka..berhusnudzonlah pada Nya…

Read More......

Senandungmu

Aku seorang yang tak menahu
Aku seorang yang tak mengeri
Aku bukan yang dapat mengajar bagaimana mencipta
Telah banyak huruf kau eja
Telah banyak kata kau ucap dan Telah banyak bait-bait syair kau perdengarkan..
Aku hanya punya dua belah Telinga untuk mendengar dan itu bukanlah cukup…
Betapa senadung itu terasa merdu kau perdengarkan..
Betapa indah rangkaian alfabet kau rangkai..
Telinga hati aku terasa penuh dengan huruf huruf yang semakin penuh..
Tiada mungkin eja demi eja aku singkirkan..
Tiada mungkin aku dapat merangkai alfabet itu menjadi syair lain.
Aku harus belajar mengurai kata demi kata, klaimat demi kalimat
Hingga rangkaiannya menjadi besaran tetap dalam hidup aku.
Hingga huruf-hurufnya tiada lagi ngilu untuk aku dengar.
Hingga akhir aku dapat merangkai semerdu yang aku ingn.
Hingga semuanya menjadi jiwa syair kita.
Hingga syairnya tiada sumbang dan memilukan.
Tolong ajari aku merangkainya..

Read More......

PKL G - Land


PKL III di G-Land
tepatnya hari minggu.
peserta 30 member
naik dapsun
dominan santri PP. Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Read More......